Indonesia

Ini Standar Nisab Zakat Profesi di Indonesia

Sebagai umat muslim, memberikan sebagian harta kita kepada orang lain adalah wajib hukumnya. Dan membagikan harta kepada orang lain...

Written by Editorial · 1 min read >
standar nisab zakat profesi di Indonesia

Sebagai umat muslim, memberikan sebagian harta kita kepada orang lain adalah wajib hukumnya. Dan membagikan harta kepada orang lain yang membutuhkan bisa dalam bentuk zakat. Bagi orang yang sudah berpenghasilan pun sebenarnya juga dikenakan zakat, namanya adalah zakat profesi.

Apa itu zakat profesi?

Zakat profesi mungkin tidak terlalu familiar di telinga atau bahkan terdengar asing. Termasuk ke dalam zakat maal (harta), zakat profesi atau disebut juga dengan zakat penghasilan adalah zakat yang wajib dikeluarkan dari penghasilan yang diperoleh seseorang dari pekerjaan yang ia lakukan, baik sendiri maupun bersama.

Sebagai bagian dari zakat, maka sebagian ulama berpendapat bahwa zakat profesi hukumnya adalah wajib. Dasar hukum mengenai zakat profesi ini diatur dalam Al-Quran dan Sunnah serta terdapat aturan yang bersifat ijtihad atau keputusan ulama.

Allah SWT befirman dalam QS Adz-Dzariyat ayat 19, yaitu:

“Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian.”

Perintah untuk menyisihkan sebagian harta juga disampikan oleh rasulullah SAW melalui sebuah hadits yang berbunyi seperti berikut:

Rasulullah saw bersabda, “Bila suatu kaum enggan mengeluarkan zakat, Allah akan menguji mereka dengan kekeringan dan kelaparan.” (HR. Tabrani)

Dalam suatu hadits lain juga diterangkan, “Bila zakat bercampur dengan harta lainnya, ia akan merusak harta itu.” (HR. al-Bazzar dan Baihaqi).

Mengenai hukum resminya, zakat profesi ditetapkan dalam Muktamar Internasional I mengenai zakat pada 30 April 1984 di Kuwait. Di Indonesia sudah ditetapkan dalam Sidang Komisi Fatwa MUI Januari 2009 di Padangpanjang. Ketentuannya ditetapkan berdasar UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan juga Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 52 tahun 2014 mengenai Syariat dan Tata Cara Penghitungan Zakat Mal.

Zakat merupakan kewajiban bagi semua orang. Apapun profesinya, jika pendapatannya yang sudah Ia hasilkan dalam waktu satu bulan atau satu tahun terkena nisab, maka wajib mengeluarkan zakat. Membayarkan zakat profesi bisa seusai keinginan dalam waktu satu bulan atau satu tahun.

Lalu bagaimana menentukan besaran zakat profesi?

Nisab Zakat Profesi

Nisab merupakan batas apakah harta atau kekayaan seseorang sudah wajib zakat atau tidak. Jika harta tersebut sudah mencapai nisab, maka pemiliknya wajib mengeluarkan zakat dan sebaliknya, apabila belum mencapai nisab maka tidak wajib untuk berzakat.

Untuk zakat profesi, menurut Peraturan Menteri Agama Nomor 52 Tahun 2014,  standar nisab yang ditetapkan adalah Rp5.240.000 per bulan. Jadi, apabila gaji seseorang perbulannya sudah mencapai atau bahkan melampui jumlah tersebut, maka Ia wajib mengeluarkan zakat profesi.

Lalu, berapa besar jumlah yang harus dikeluarkan untuk zakat profesi? Besaran yang harus dikeluarkan untuk zakat profesi adalah sebesar 2.5 persen dari pendapatan bruto atau kotor. 

Misalnya, apabila gaji yang diterima setiap bulan adalah Rp6.000.000 otomatis sudah wajib zakat. Maka, besaran zakat profesi yang harus dikeluarkan adalah 2.5 % x Rp6.000.000, yaitu Rp150.000 per bulannya.

Zakat profesi juga bisa dibayarkan secara langsung dalam satu tahun. Jika dalam satu tahun, maka total pendapatan yang diperoleh adalah Rp6.000.000 x 12 = Rp36.000.000. Dengan demikian, zakat profesi yang harus dikeluarkan adalah sebesar Rp72.000.000 x 2.5 % = Rp1.800.000 setiap tahunnya.

Besaran itu tidaklah seberapa disbanding gaji yang diterima setiap bulannya, maka sudah sepatutnya sebagai umat Islam untuk selalu mengeluarkan zakat profesi sesuai besaran yang sudah ditetapkan jika sudah mencapai nisab.

Karena bagaimanapun, zakat profesi hukumnya wajib dan dengan mengeluarkan atau menyisihkan sebagian harta untuk zakat maka niscaya Anda bisa memperoleh pahala, manfaat, dan juga kebaikan serta balasan dari Allah SWT.