Tarif Bea Masuk Barang Impor Terbaru Menyambut Tahun 2021

2 min read

Tarif Bea Masuk Terbaru

Kegiatan ekspor dan impor adalah hal yang wajar dan pasti dialami oleh setiap negara di dunia ini. Pada umumnya kegiatan ekspor atau impor dilakukan untuk pemenuhan kelangsungan hidup bangsa.

Indonesia merupakan negara berkembang di kawasan Asia Tenggara yang melakukan kegiatan impor barang–barang dari luar negeri termasuk import barang dari China. Maka tidak heran jika Anda sering menjumpai produk–produk buatan luar negeri yang beredar di Indonesia.

Mengenal Tarif Bea Masuk

Setiap barang dari luar negeri yang masuk ke Indonesia dengan jumlah atau ketentuan tertentu dikenakan wajib bayar pajak atau bea cukai. Hal ini diatur oleh pemerintah negara Indonesia di dalam undang–undang.

Tarif bea masuk atau impor adalah sejumlah biaya yang harus dibayarkan oleh pelaku impor kepada pemerintah Indonesia.

Ketentuan Tarif Bea Masuk Barang Impor

Peraturan bea masuk terdapat dalam Undang–Undang No. 17 Tahun 2006 tentang Kepabean. Besarnya tarif bea masuk yang harus dibayarkan oleh pelaku impor bermacam–macam sesuai dengan kategori dan ketentuan khususnya.

Pada umumnya, barang impor yang dikenakan bea masuk adalah yang memiliki harga lebih dari USD$75. Jika Anda melakukan belanja online melebihi USD$75 maka Anda harus membayar pajak.

Jika tidak ingin terkena pajak, Anda harus melakukan pembelanjaan terpisah dan berselang 3 hari. Hal ini untuk menghindari pengiriman barang Anda berada pada kapal yang sama.

Meskipun Anda memiliki akun yang berbeda di platform belanja online, namun jika identitas dan alamat pengiriman barang adalah sama, maka tetap akan dikenakan pajak.

Ada dua macam jasa pengiriman yang bisa Anda gunakan jika berbelanja produk luar negeri melalui platform belanja online, yaitu:

  • Jasa kirim Cashless, meliputi J&T Express, JNE Reguler, JNE YES, SiCepat REG, SiCepat Cargo, dan Ninja Xpress.
  • Jasa kirim Non-Cashless, yaitu Pos kilat khusus.
Lihat dan baca:  3 Perumahan Properti Terbaik dan Terbesar di Bandung

Aturan Baru Tarif Bea Masuk Barang Impor 2020

Mulai tanggal 30 Januari 2020, peraturan tentang berlakunya tarif bea masuk dari kawasan perdagangan bebas dan luar negeri mulai diberlakukan di Indonesia. Berikut beberapa aturan baru mengenai tarif bea masuk barang impor:

  • Sebelumnya barang yang dikenai tarif bea masuk adalah barang impor dengan e–commerce sebesar USD$75.
  • Pada peraturan baru, barang impor yang dikenakan tarif bea masuk adalah barang dengan e–commerce USD$3.
  • Pungutan pajak dalam rangka impor diberlakukan secara normal tanpa adanya perubahan.
  • Pemerintah melakukan rasionalisasi tarif dari 27,5% hingga 37,5% menjadi 17,5%.
  • Besaran tarif bea masuk tetap 7,5%.
  • Besaran PPN tetap 10%.
  • Besaran PPh berubah dari semula 10% menjadi 0%.
  • Adanya tarif bea masuk normal untuk produk jenis tas, garmen, dan sepatu.
  • Besaran tarif bea masuk tas sebesar 15%–20%, dengan PPN 10%, PPh 7,5% hingga 10%.
  • Besaran tarif bea masuk garmen 15%–25%, dengan PPN 10%, PPh 7,5% hingga 10%
  • Besaran tarif bea masuk sepatu sebesar 25%–30%, dengan PPN 10%, PPh 7,5% hingga 10%.

Alasan Pemerintah Memberlakukan Perubahan Tarif Bea Impor

Berikut beberapa alasan pemerintah yang akhirnya mengubah besaran tarif bea impor terhadap barang–barang yang berasal dari luar negeri:

  • Produk dari China dan luar negeri selalu membanjiri Indonesia.
  • Produsen dan pengrajin produk dalam negeri merasa kewalahan untuk bersaing dengan barang impor yang terkenal lebih variatif dan murah.
  • Banyak produsen dan pengrajin yang merasa dirugikan dengan banyaknya produk impor dari luar negeri.
  • Produk dalam negeri tidak laku atau kalah bersaing.
  • Banyak produsen dan pengrajin tas, garmen, dan sepatu yang bangkrut dan menutup usahanya.
  • Perubahan aturan sebagai bentuk wujud nyata pemerintah dalam mendukung bangkitnya perekonomian nasional.
  • Pemerintah ingin memberikan perlakuan adil terhadap pemungutan pajak produk dalam negeri dan luar negeri.
  • Memotivasi produsen dan pengrajin Indonesia untuk lebih inovatif, kreatif, dan memanfaatkan momentum ini untuk turut serta dalam meningkatkan perekonomian nasional.
Lihat dan baca:  Catat! Ini Peraturan Baru di PSAK 71 72 73

Berbelanjalah dengan bijak sesuai dengan keperluan dan kebutuhan Anda. Patuhilah peraturan dari pemerintah apabila diharuskan untuk membayar pajak. Sebagai warga negara yang baik Anda harus membayarnya. Jangan lupa untuk mencintai dan menggunakan produk dalam negeri, ya.

Harian Pelita: Media Referensi Terkini