Halaman Muka | Kontak Kami | Tentang Kami | Iklan  | Arsip  Edisi Sabtu, 18 Mei 2013  
Politik dan Keamanan
Ekonomi dan Keuangan
Metropolitan
Opini
Agama dan Pendidikan
Nusantara
Olah Raga
Luar Negeri
Assalamu'alaikum
Derap TNI-POLRI
Hallo Bogor
 
   
 
Login
 
      
 
Password
 
 
 
   
Dunia Tasawuf
Forum Berbangsa dan Bernegara
Swadaya Mandiri
Forum Mahasiswa
Lingkaran Hidup
Pemahaman Keagamaan
Otonomi Daerah
Lemb Anak Indonesia
Parlementaria
Budaya
Kesehatan
Pariwisata
Hiburan
Pelita Hati
..
..
NILAI TUKAR RUPIAH
Source : www.klikbca.com
 JualBeli
USD 9200.00  9100.00  
SGD 6325.65  6236.65  
HKD 1187.90  1173.10  
CHF 7874.45  7769.45  
GBP 18868.05  18609.05  
AUD 8331.10  8203.10  
JPY 80.82  79.36  
SEK 1437.75  1407.65  
DKK 1776.20  1737.00  
CAD 9530.55  9376.55  
EUR 13145.74  12975.74  
SAR 2466.00  2426.00  
25-Okt-2007 / 15:41 WIB
 
 
 
Enam Kapal Jadi Target Teroris di Selat Malaka
[Derap TNI-POLRI]

Enam Kapal Jadi Target Teroris di Selat Malaka

Jakarta, Pelita
Aksi terorisme tidak hanya menargetkan sasaran di darat dan di udara, di laut pun terutama di Selat Malaka, kelompok teroris ditengarai akan melakukan tindakannya. Paling tidak ada enam kapal yang akan menjadi sasaran terorisme akhir-akhir ini.
Menjawab pertanyaan pers, seusai dilantik sebagai Majelis Pembina Satuan Karya Pramuka di Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (11/3) siang; Kasal Laksamana TNI Agus Suhartono, SE mengakui hal itu.
Untuk menangkal tindak terorisme di perairan selat yang sangat ramai dilalui berbagai jenis kapal, TNI Angkatan Laut meningkatkan frekuensi patroli keamanan laut dengan mengerahkan tujuh kapal perang. Kehadiran TNI Angkatan Laut di laut dengan meningkatkan patroli punya daya tangkal terhadap rencana aksi terorisme itu, kata laksamana bintang empat kelahiran Blitar, Jawa Timur itu.
Sejak diperolehnya informasi adanya rencana aksi terorisme, keenam kapal itu terus dipantau oleh Angkatan Laut dari tiga negara pantai, yakni Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Dari keenam kapal itu, satu kapal, menurut Kasal telah masuk ke pelabuhan di Singapura.
Ditanya apakah TNI Angkatan Laut hanya khusus memantau keenam kapal tersebut, Laksamana TNI Agus Suhartono mengemukakan semua kapal yang melalui perairan Selat Malaka terus dipantau dan diamankan oleh TNI Angkatan Laut.
Menjawab pertanyaan apakah kapal-kapal yang harus diamankan itu dilakukan pengawalan oleh kapal perang, Kasal mengatakan tidak dilakukan pengawalan. Semua kapal diawasi agar aman, jelasnya.
Disinggung bahwa peningkatan patroli keamanan di perairan Selat Malaka terkait rencana kedatangan Presiden Barack Obama, Kasal mengemukakan patroli di Selat Malaka dilakukan secara rutin sepanjang tahun, termasuk patroli terkoordinasi dengan Singapura dan Malaysia.
Majelis Pembina
Kasal Laksamana TNI Agus Suhartono, SE, kemarin dilantik menjadi Majelis Pembina (Mabin) Satuan Karya Pramuka di Markas Besar TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur. Pelantikan dilakukan oleh Kakwarnas Gerakan Pramuka Prof Dr dr H Azrul Azwar, MPH.
Menurut Kadispenal Kolonel Laut (P) Herry Setianegara, SSos, SH, MM; selain Kasal, pejabat yang dilantik sebagai Mabi di antaranya Asisten Operasi Kasal, Asisten Personel Kasal, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (SDMKP-KKP) Dr Amoroso Katamsi, SpKj, MM; serta Kepala Dinas Potensi Maritim Mabes TNI AL Laksamana Pertama TNI Surya Wiranto, SH; serta 71 pengurus dilantik sebagai Kapinsa Bahari.
Dalam pelantikannya Kasal menjadi Mabi Satuan Karya Pramuka Bahari yang dibentuk untuk mendukung pelaksanaan tugas karya, yang akan bertugas memberi bimbingan dan bantuan moril, organisatoris, material, dan finansial kepada Gugus Depan (Gudep) satuan Kwartir bersangkutan.
Pelantikan ini merupakan momen penting bagi upaya menghidupkan kegiatan Saka Bahari yang merupakan salah satu wadah Nasional Gerakan Pramuka Saka Bahari sebagai komponen cadangan yang berasal dari sumber daya manusia pada hakikatnya adalah implementasi amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 tentang hak dan kewajiban seluruh warga negara dalam upaya bela negara, dengan melakukan kegiatan-kegiatan nyata produktif dan bermanfaat dalam rangka menanamkan rasa cinta Tanah-Air yaitu kecintaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara kepulauan dengan segala keberagaman/kebhinnekaannya khususnya kepada generasi muda Indonesia.(be)

 
Baca Komentar Beri Komentar
Kirimkan Artikel Cetak Artikel
 
 
Dulmatin Kendalikan Pelatihan Teroris di Aceh
Bambang Samoedro Pamitan
Marinir Tambah 99 Prajurit Baru
Ketua Umum Persit KCK Hadiri Peresmian Rumah Busana
Sosialisasi Senjata SS2di Lanud Abd Saleh