|
[Agama dan Pendidikan] Presiden SBY: Pendidikan di Rumah Penentu Prilaku Anak
Jakarta, Pelita
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan awal mula anak mendapatkan pendidikan adalah di rumah. Rumah merupakan tempat anak menimba pendidikan berperilaku serta kecerdasan. Untuk itu, para orang tua agar memahami masalah ini.
Saya ingin mengingatkan pendidikan anak bermula di rumah. Yang menjadi tugas orang tua berupa pengasuhan, pembimbingan dan pemberian arah untuk masa depan yang benar, kata Presiden dalam peringatan Hari Anak Nasional 2010 di Taman Mini Indonesia Indah, Jumat (23/7).
Presiden mengatakan pendidikan mencakup tiga yaitu pendidikan di rumah, di sekolah dan pendidikan yang di dapat anak dilingkungan sekitar tempat tinggalnya. Jadi pendidikan anak bukan semata-mata tanggung jawab sekolah dan guru namun juga orang tua dan masyarakat.
Di rumah, diawali pembangunan kecerdasan dan rasa ingin tahu. Dalam konteks ini meski di era modern banyak kesibukan orang tua tetap dijaga kualitas pembimbingan dan pengasuhan, kualitas harus bertambah,kata Presiden.
Setelah dari rumah, maka pendidikan anak selanjutnya dilakukan di bangku sekolah. Dimana guru dan pendidik memiliki peran yang besar, tidak hanya iptek, namun juga mendidik untuk memiliki mental yang baik, fisik yang baik dan intelektualitas, jelasnya. Namun pendidikan tersebut tidak berhenti begitu saja tapi akan berlanjut, dengan pendidikan dilingkungan sekitar, pendidikan yang di dapat dari masyarakat. Anak nantinya akan membandingkan dengan apa yang didapat di rumah, di sekolah dengan di masyarakat, jika tidak sama anak akan frustasi, bahkan tidak percaya lagi (miss trust),jelasnya.
Oleh sebab itu menurutnya pendidikan anak dilingkungan masyarakat menjadi penting, sebab anak akan melihat apakah yang diajarkan oleh orang tuanya, itu pula yang dilihat dalam kehidupan sehari-hari.
Maka Presiden meminta agar selain orang tua menyiapkan anak untuk tidak kaget apabila dalam kehidupan masyarakat ada penyimpangan dari nilai yang diajarkan sehingga anak mengetahui bahwa penyimpangan itu salah.
Di sisi lain Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh mengatakan dalam memperingati Hari Anak Nasional 2010 diawali dengan berbagai kegiatan positip, seperti bhakti sosial, pargelaran seni, prestasi anak Indonesia, nonto bareng Obama Anak Menteng.
Sedangkan peringatan Hari Anak Nasional 2010 yang diadakan di TMII turut hadir dihadir Ibu Herawati Boediono, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amelia Sari, Wakil Gubernur DKI Prijanto dan sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu. (mth)
|