Sejarah Lahirnya TMII dari Ide Cemerlang Ibu Tien Soeharto

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) lahir dari ide cemerlang seorang tokoh wanita Indonesia, Ibu Siti Hartinah Soeharto - akrab dipanggil Ibu Tien Soeharto. Sebagai Ibu Negara yang menyertai tugas Presiden Soeharto, Ibu Tien senantiasa memperhatikan isi pidato Presiden yang menganjurkan keseimbangan pembangunan antara bidang fisik-ekonomi dan bidang mental-spiritual, seperti yang tampak dalam salah satu amanatnya yang disampaikan di depan Sidang Umum DPRGR tahun 1971, sebagai berikut.

Pembangunan hakekatnya adalah pembangunan manusia untuk kepentingan manusia. Sebab itu disamping pembangunan ekonomi, kitapun terus membangun segi lain dari kehidupan kita, yaitu politik, sosial, budaya, pendidikan, mental, dan sebagainya

Ibu Tien Soeharto melihat bahwa dalam pelaksanaan Pelita I yang dimulai pada April 1969, aspek pembangunan yang bercorak mental-spiritual belum begitu mendapat perhatian sebagaimana yang diamanatkan Presiden tersebut di atas.

Oleh karena itu, Ibu Tien Soeharto, selaku Ketua Yayasan Harapan Kita yang berdiri 28 Agustus 1968, ingin memprakarsai pelaksanaan pembangunan bercorak mental-spiritual tersebut guna mengisi apa yang dinilainya kurang dalam pelaksanaan Pelita I.

Gagasan Ibu Tien ini makin mantap setelah enyertai perjalanan kerja Presiden Soeharto ke berbagai negara. Beliau mendapat kesempatan mengunjungi obyek-obyek wisata di luar negeri, di antaranya Disneyland di Amerika Serikat dan Timland di Thailand.

Hasil kunjungan tersebut yang memperkuat ide Ibu Tien Soeharto untuk segera mewujudkan gagasan tersebut kedalam karya nyata. Maka kemudian lahirlah satu proyek budaya yang dinamakan Miniatur Indonesia Indah (MII).

Proyek MII adalah sebuah proyek yang mempunyai tujuan untuk lebih meningkatkan pendidikan dan pengetahuan, memupuk rasa kebangsaaan kepada rakyat Indonesia sendiri serta memberikan pengetahuan dan pengertian yang lebih baik kepada bangsa lain tentang apa, siapa, dan bagaimana sesungguhnya negeri dan bangsa Indonesia.

Proyek MII merupakan juga proyek serba guna yang besar manfaatnya, selain tempat rekreasi, juga mengandung unsur-unsur pembinaan kepribadian dan pengembangan bangsa.

Gagasan Ibu Tien Soeharto untuk memprakarsai pembangunan TMII dilengkapi penggambaran tentang berbagai macam potensi dan kondisi alamiah, tokoh sejarah serta corak kehidupan bangsanya adalah merupakan usaha pembinaan mental-spiritual. Disamping untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada bangsa lain di dunia.

Untuk mewujudkan gagasan itu, maka direncanakan pembangunan proyek yang meliputi pembangunan sebuah kolam besar dengan pulau-pulau di dalamnya, yang menggambarkan lautan serta wilayah Negara RI dari Sabang sampai Merauke, berikut flora dan faunanya, segenap penduduk dengan berbagai suku bangsa, adat istiadat, agama serta kebudayaan daerahnya. Dilengkapi dengan tempat-tempat rekreasi yang mewujudkan keindahan dan kekayaan alam Indonesia.

Sekarang TMII, sebagaimana kita lihat telah menjadi obyek wisata yang tidak saja sebagai wahana rekreasi yang murah, namun juga telah banyak memberikan andil atau sumbangan bagi perkembangan pengetahuan, budaya, kesenian serta pembelajaran untuk masyarakat.
Persis seperti ungkapan terkenal dari Neil Amstrong bunyinya sebagai berikut.

A little step of a man a giant step of mankind

Pengertian ungkapan di atas adalah bahwa langkah seorang manusia dapat menjadi lompatan besar bagi (peradaban) umat manusia.

Ungkapan terkenal dari Neil Amstrong sangat pantas dialamatkan kepada Ibu Tien Soeharto karena idenya, jerih payah, dan gagasannya; bangsa ini jadi memiliki sebuah benteng budaya bangsa yang kokoh dan tidak akan lekang ditelan waktu. Sebab kita yakin, TMII akan terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman tanpa harus kehilangan akar budayanya.

Dengan adanya fasilitas modern di TMII, disamping fasilitas yang bersifat tradisional, akan membantu masyarakat dalam pengenalan dan pemanfaatan teknologi, sehingga pada akhirnya diharapkan akan dapat mendorong pertumbuhan dan kemajuan teknologi di Tanah-Air. Itulah cita-cita dan harapan penggagas TMII.(atn)

Post a Comment

0 Comments