Pendidikan

Memperingati Hari Pendidikan Nasional, Mengenang Maestro Seni Budaya Ki Narto Sabdho

Ki Narto Sabdho lahir di Klaten, 25 Agustus 1925 adalah seorang seniman musik dan dalang wayang kulit legendaris dari...

Written by wpinstan · 1 min read >

Ki Narto Sabdho lahir di Klaten, 25 Agustus 1925 adalah seorang seniman musik dan dalang wayang kulit legendaris dari Jawa Tengah. Beliau adalah dalang wayang kulit terbaik yang pernah dimiliki Indonesia dan belum tergantikan sampai saat ini.

Ki Narto Sabdho adalah tokoh pembaharu dunia pedalangan pada tahun 80-an. Gebrakannya dalam memasukkan gending-gending ciptaannya membuat banyak dalang senior yang memojokkannya, Beliau mendapat banyak kritik lantaran ia lebih banyak mementaskan cerita-cerita carangan, hasil apresiasi mendalam dari suatu cerita baku, atau gubahan baru yang bersumber dari pakem (cerita induk). Ia juga dianggap terlalu menyimpang dari aturan yang sudah baku, antara lain berani menampilkan humor sebagai selingan dalam adegan keraton yang biasanya kaku dan formal. Meskipun demikian dukungan juga mengalir antara lain dari dalang-dalang muda yang menginginkan pembaharuan di mana seni wayang hendaknya lebih luwes dan tidak kaku.

Selain sebagai dalang ternama, Ki Narto Sabdho juga dikenal sebagai pencipta lagu-lagu Jawa yang sangat produktif. Melalui grup karawitan bernama Condhong Raos yang ia dirikan, lahir sekitar 319 buah judul lagu (lelagon) atau gendhing, antara lain Caping Gunung, Gambang Suling, Ibu Pertiwi, Klinci Ucul, Prahu Layar, Ngundhuh Layangan, Aja Diplèroki, dan Rujak Jeruk.

taman budaya Raden Saleh

Memperingati Hari Pendidikan Nasional, komunitas seni budaya di Kota Semarang, yang terdiri dari Paguyuban Puji Langgeng Pandhemen Ki Narto Sabdho, Studio Seni Amerta Laksita, didukung oleh Paguyuban Karyawan BCA Pecinta Wayang (Asia Wangi), Rumah Wayang Pulangasih dan UNIMA Indonesia, mengangkat Sang Maestro Ki Narto Sabdo sebagai  tokoh pendidikan di Bidang Seni Budaya.

Acara yang mendapat dukungan dari Bakti Budaya Djarum Foundation dan BCA, juga dimaksudkan untuk mengenalkan kembali karya-karya Ki Narto Sabdho, terutama kepada Generasi Penerus. Oleh karena itu dalam acara yang akan digelar seharian di tanggal 1 Mei 2016 juga akan melibatkan karawitan dan sajian tari dari pelajar di Kota Semarang.

Rangkaian kegiatan akan dibuka dengan Karawitan Pelajar, dilanjutkan Ngalap Berkah di makam ki Narto Sabdho, untuk mendoakan arwah beliau, dilanjutkan dengan kirab dalang dari makam Ki Narto Sabdo di Pemakaman Bergota menuju Taman Budaya Raden Saleh Semarang.

Puncak acara kegiatan Gelar Maha Karya Ki Narto Sabdho akan menampilkan Konser Gamelan, dengan  bintang tamu Swarawati dan Niyaga karawitan Condhong Raos yang masih ada, diantaranya Swarawati Nyi Ngatirah dan pengrawit Bapak Tanto dan Bapak Suraji . Acara juga akan menampilkan Fragmen Maha Karya Sang Maestro Ki Narto Sabdho yang dalam sajiannya membawakan kolaburasi antara penyair Soekamto Gullit dengan swarawati Nyi Ngatirah membawakan Bowo Dhandang Gula Semarangan, dan pertunjukan Rampak Dalang oleh 8 dalang Paguyuban Puji Langgeng Pandhememen Ki Narto Sabdo dan acara ditutup dengan Pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk oleh dalang Ki Joko Bodas mengambil lakon Tut Wuri Handayani (Sang Dwija).

Hingga saat ini, dukungan dari lembaga yang peduli akan Seni Budaya khususnya Wayang dan Karawitan,  masih sangat minim sehingga dukungan diharapkan akan mendorong lembaga-lembaga lain turut berpartisipasi dalam pelestarian budaya Indonesia ini. Dukungan dari Bakti Budaya Djarum Foundation dan BCA diharapkan dapat meningkatkan apresiasi masyarakat dari berbagai generasi demi kelangsungan dan keterpeliharaan kehidupan seni budaya khusunya peninggalan karya Ki Narto Sabdho. Kegiatan-kegiatan seperti ini juga diharapkan mendapatkan perhatian dari lembaga-lembaga lain, sehingga semakin banyak pihak yang peduli dan terlibat dalam menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat Indonesia akan warisan budaya bangsa.

Gelar Maha Karya Ki Narto Sabdo diselenggarakan atas kerjasama Paguyuban Puji Langgeng Pandhemen Ki Narto Sabdho, Studio Seni Amerta Laksita, Paguyuban Karyawan BCA Pecinta Wayang (Asia Wangi), Rumah Wayang Pulangasih, UNIMA Indonesia , didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation dan BCA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *