Mantan presiden di Indonesia selalu mampu menghadirkan fakta-fakta yang menarik untuk diulas. Salah satunya adalah masalah fakta mobil kepresidenan pertama yang digunakan oleh mantan Presiden Republik Indonesia yang pertama yaitu Soekarno. Bagi Anda pecinta otomotif, maka wajib membaca ulasan di bawah ini:

Mobil Kepresidenan Soekarno

Selain cerita-cerita mengenai kepahlawanannya melawan penjajah, Soekarno juga meninggalkan cerita yang menarik mengenai mobil kepresidenan pertamanya. Berikut ini uraian sejarah dan asal usulnya:

Mobil Edisi Terbatas

Dari beberapa mobil dinas atau kepresidenan yang digunakan oleh Ir. Soekarno, ada satu mobil yang pertama digunakan dan menarik perhatian banyak orang di zaman modern ini. 

Mobil tersebut adalah bernama Buick Super yang digunakan selama masa jabatan  dari tahun 1945 sampai 1967. Fakta unik di balik mobil tersebut adalah merupakan edisi terbatas atau limited edition. 

Mobil Buick Super Classic
Mobil Buick Super Classic

Mobil Buick-8 semasa produksinya hanya tersedia sebanyak 1.451 unit saja. Pihak yang mengerjakan pembangunan mobil tersebut adalah General Motors di tahun 1939.

Hasil Rampasan dari Jepang

Saat mendeklarasikan kemerdekaan Republik Indonesia pada Agustus 1945, Soekarno yang menjabat presiden harus memiliki kendaraan dinas khusus. Melihat kebutuhan ini, salah satu pengikut setia Soekarno masa itu yang bernama Sudiro mencari ide. 

Akhirnya dia teringat ada mobil Limousine yang bermerk Buick dengan ukuran besar dan cantik, yang cocok untuk menjadi mobil Presiden RI. Ini sebenarnya adalah mobil milik Kepala Jawatan Kereta Api asal Jepang pada masa penjajahan. 

Setelahnya, Sudiro mendatangi mobil ini yang sedang dikendarai oleh sopir dari orang Jepang itu. Sudiro memintanya dari sopir pribadi pemilik mobil yang berada di lokasi. 

Sudiro memberikan salam yang heroik dengan suasana kemerdekaan yaitu ‘Merdeka!’ dan mengatakan bahwa presiden membutuhkan mobil tersebut. Sang sopir pribadi diberikan uang sebesar Rp. 300,- saat itu untuk pulang kampung karena mobil majikannya diambil. 

Mobil Kepresidenan Soeharto

Mengenang Presiden RI di masa-masa awal kemerdekaan memang menarik, termasuk masalah mobil kepresidenan yang digunakan di masa Soeharto. Tentu ada cerita tersendiri dari mobil kepresidenan yang digunakan oleh Soeharto. Berikut uraiannya:

Perlindungan Setara Milik Ratu Elizabeth II

Mobil yang digunakan oleh Soeharto adalah Mercedes-Benz 500SEL Limousine. Sejarah pertama untuk mobil kepresidenan Soeharto adalah memiliki perlindungan yang setara dengan mobil kedinasan yang digunakan Ratu Elizabeth II dan juga Bill Clinton.

Mobil Mercedes Era 70 An
Mobil Mercedes Era 70 An

Beberapa perlindungan yang disematkan seperti desain bodi dan juga kaca mobil anti peluru. Sebagai produk mobil di masa lalu, untuk masalah kecanggihan sudah dikategorikan cukup baik. 

Lihat pula: Ini Dia Fitur-fitur Spesial Mobil Kepresidenan

Selalu Mengikuti Perkembangan Generasi

Pada saat awal masa jabatannya di tahun 1966-an, Soeharto memutuskan untuk menggunakan Limousine Cadillac DeVille Series 70 Fleetwood. Mobil yang pertama digunakan berkapasitas mesin 7.025cc dengan tiga peningkatan percepatan otomatisnya.

Cadillac De Ville Series 70
Cadillac De Ville Series 70

Langkah mengikuti perkembangan generasi mobil terjadi saat muncul generasi kesepuluh dari produk yang masih sama. Soeharto pada 1971 memilih membeli Cadillac DeVille Series 75 Fleetwood yang jauh lebih mudah dari mobil sebelumnya.

Setelah itu pada tahun 1975, belum lama menggunakan mobil keduanya, Soeharto berganti mobil lagi dengan produk asal Jerman. Namanya adalah Mercedes-Benz W116 Barong. 

Mobil ini digunakan cukup lama sampai tahun 1987 sebelum akhirnya ganti ke Mercedes-Benz 500SEL. Terakhir sebelum habis masa jabatan, pada 1994 Soeharto memperbarui mobil dengan membeli Mercedes-Benz W140 S600.

Sejarah dan juga asal usul mobil yang digunakan presiden pertama dan presiden kedua memang menarik. Apalagi kedua tokoh nasional itu telah memiliki peran yang penting dalam perkembangan dan kemajuan Indonesia di masa kini.