Siapa yang tidak menyukai film animasi? Tidak hanya orang dewasa saja, anak-anak terutama juga terhibur dengan film animasi. Bahkan tidak sedikit film animasi yang memang sengaja digarap untuk orang dewasa. Nah dalam pembuatan animasi, dikenal ada 12 prinsip yang harus dipenuhi. Apa saja itu? Yuk kita mengenal 12 prinsip dalam dunia animasi.

12 Prinsip Dasar Dunia Animasi
12 Prinsip Dasar Dunia Animasi

Sebelum memulai ke 12 prinsipnya, ada alasan mengapa seorang animator atau mereka yang membuat video animasi harus menggunakan 12 prinsip tersebut. Melalui 12 prinsip tersebut nantinya animator dapat meng-capture atau menangkap momentum dari runtutan gambar sehingga tampak bergerak dan terlihat hidup.

Meski memang sebenarnya ada banyak teori yang bisa digunakan, namun setidaknya ada 12 prinsip yang harus diterapkan oleh seorang animator. Dengan menerapkan ke 12 prinsip tersebut, animasi yang dihasilkan tidak hanya memanjakan mata namun juga berkualitas layaknya animator-animator di rumah produksi animasi besar. Kita mulai dari prinsip yang paling dasar dalam dunia animasi. 

1. Solid Drawing

Gambar adalah modal awal dari sebuah animasi. Maka dari itulah menggambar merupakan dasar dari pembuatan animasi. Baik tidaknya proses menggambar akan mempengaruhi hasil animasi terutama animasi klasik. Animator harus memahami anatomi, komposisi, pencahayaan, berat hingga keseimbangan bisa dilakukan dengan observasi meski digambar dalam gambar digital sekalipun.

2. Timing dan Spacing

Timing atau penentuan waktu serta spacing atau penentuan percepatan dan perlambatan dari gerak memiliki peran penting dalam pembuatan animasi. Misalnya dalam adegan bola menabrak kaca jendela, kita harus dapat menentukan detik ke berapa bola meluncur dan pada detik ke berapa kaca jendela akan pecah dan berhamburan dan bagaimana bola itu jatuh.

3. Squash dan Strecth

Selanjutnya yang juga menjadi salah satu dari 12 prinsip dalam dunia animasi adalah squash dan juga stretch. Keduanya merupakan upaya untuk membuat efek dramatis pada gerakan dengan menambah efek lentur pada objek atau figur. Contohnya pada saat bola dilempar dalam kecepatan tinggi, gambaran bola bisa digambarkan sedikit lonjong.

4. Anticipation

Anticipation merupakan persiapan atau ancang-ancang untuk bergerak. Dalam animasi prinsip ini menambahkan gerak sebelum melakukan gerak tujuannya. Seperti saat adegan memukul, harus ada gerakan mundur tangan sebelum pada akhirnya tangan maju. Gerakan lainnya seperti saat bangun dari tempat duduk dimana punggung membungkuk lebih dulu sebelum bangkit.

5. Slow In dan Slow Out

Slow in dan slow out juga menjadi salah satu yang perlu dipahami dalam pembuatan animasi. Prinsip ini menjelaskan bahwa dalam setiap gerakan memiliki percepatan dan perlambatan yang berbeda. Pada slow in gerakan diawali gerakan lambat menjadi cepat sedangkan pada slow out gerakan dimulai dengan gerakan relatif cepat menjadi gerakan lambat.

6. Arcs

Dalam mengenal 12 prinsip dalam dunia animasi, ada juga arcs didalamnya. Arcs sendiri merupakan jalur atau pola maya dimana sistem pergerakan tubuh baik pada manusia, hewan maupun makhluk lainnya. Dengan memahami pola ini, maka animasi yang dihasilkan akan tampak lebih realistis dan juga smooth yang mana umumnya dalam bentuk lengkung lingkaran, elips dll.

7. Secondary Action

Secondary action adalah gerakan tambahan yang ditambahkan untuk memperkuat gerakan utama untuk tujuan lebih realistik atau dramatis. Misal dalam gerakan berjalan, gerakan utamanya tentu adalah gerakan kaki kanan dan kiri yang bergantian, namun animator bisa menambahkan gerakan secondary action seperti tangan yang berayun atau postur tubuh lainnya.

8. Follow Through dan Overlapping Action

Selanjutnya ada follow through dan juga overlapping action. Follow through adalah menggambarkan bagian tubuh lain yang bergerak meskipun objek telah berhenti. Misalnya pada rambut seseorang yang bergerak terkena angin meski dia telah berhenti. Dengan demikian adegan akan tampak lebih realistik dengan lingkungan sekitar.

Sedangkan overlapping action sendiri adalah gerakan saling silang atau saling mendahului. Pergerakan antara kaki dan tangan yang berlawanan saat objek manusia berjalan bisa menjadi salah satu contoh yang tepat. Bila bergerak seirama maka akan tampak tidak alami atau akan tampak seperti robot. Namun tentu saja ini terkait dengan penggambaran karakter itu sendiri.

9. Straight Ahead dan Pose to Pose

Prinsip selanjutnya yang harus dipahami dalam mengenai prinsip-prinsip dasar dalam dunia animasi adalah straight ahead dan pose to pose. Keduanya merupakan dua cara yang dilakukan dalam membuat animasi dari sisi resource dan pengerjaan. Untuk straight ahead sendiri animator akan menggambar gambar satu per satu atau frame per frame

Pengerjaan dengan prinsip straight ahead memiliki kelebihan gambar yang konsisten karena dikerjakan oleh satu orang namun kekurangannya adalah waktu pengerjaan akan memakan banyak waktu. Sedangkan untuk pose to pose adalah pembuatan animasi yang mana digambar pada keyframe tertentu saja. Sedangkan frame interval atau ditengahnya oleh asisten animator lain.

Penggunaan prinsip pose to pose ini sendiri banyak digunakan pada bidang industri karena lebih cepat pengerjaannya dengan memanfaatkan banyak sumber daya atau resources untuk penyelesaiannya.

10. Staging

Selanjutnya ada staging yang juga menjadi salah satu prinsip dalam mengenal 12 prinsip dalam dunia animasi. Staging ini juga ada dalam pagelaran drama dan juga film dimana tampilan lingkungan dibuat untuk mendukung mood dan juga suasana dalam scene. Pencahayaan juga menjadi hal penting yang digunakan dalam staging.

Staging juga akan memberikan fokus dimana penonton akan melihat jalan cerita yang bergerak. Permainan staging yang menarik seperti berubah-ubah lingkungannya tentunya memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dalam pembuatannya.

11. Appeal

Selanjutnya yang juga tidak kalah penting lainnya dalam membuat sebuah animasi adalah appeal atau penampilan animasi secara keseluruhan. Penampilan dari animasi ini banyak dipengaruhi oelh berbagai faktor mulai dari gaya hingga formatnya apakah 2D atau 3D. Gaya animasi buatan Jepang tentu berbeda dengan gaya animasi barat seperti dari Disney.

Namun ada juga yang mengartikan bahwa appeal berkaitan dengan karakteristik dari tokoh dalam animasi. Seperti contohnya sorot mata yang tajam dan tipis seringkali menggambarkan tokoh karakter yang jahat. Lingkungan juga seringkali digunakan untuk memperkuat karakter dari tokoh ini.

12. Exaggeration

Prinsip terakhir dalam dunia animasi adalah Exaggeration atau upaya untuk mendramatisir sebuah animasi sehingga lebih menarik. Rekayasa gambar ini memang lazim bersifat hiperbolis yang memberikan film animasi memiliki ciri khas tersendiri. Seperti contohnya pada animasi Tom and Jerry dimana komedi slapstick menampilkan Tom yang gepeng saat dipukul.
Itulah 12 prinsip yang wajib dipahami dan juga dikuasai oleh animator atau pembuat animasi. Dengan menerapkan ke 12 prinsip tersebut, animasi yang dihasilkan tidak hanya menarik untuk ditonton namun juga tampak lebih natural. Semoga artikel mengenai 12 prinsip dalam dunia animasi ini bisa bermanfaat untuk kamu yang sedang belajar membuat animasi.